Pages

Tampilkan postingan dengan label Woman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Woman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

MENGAPA KEBANYAKAN PEREMPUAN MAMPU "MULTI TASKING"?

Para perempuan tentunya, tanpa disadari, terpaksa atau dengan sukarela, dapat melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu. Seorang ibu tentunya, seperti ibunda saya yang luar biasa. Dalam ingatan saya yang masih begitu segar, beliau dapat mengerjakan pekerjaan rumah sembari menyiapkan kami sarapan pagi. Mencuci baju sembari memasak menu makan malam.
Tepat pula itu menjadi tauladan bagi kami. Dua beradik yang sama-sama perempuan cantik. Hehehe.
Keterampilan ibunda membagi waktunya sebagai seorang wanita karir dan seorang istri serta seorang ibu, menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami. Meskipun kami sempat mengalami masa-masa remaja yang cukup pembangkang, kami seperti kebanyakan gadis remaja lain sepertinya, sudah memiliki tanggungjawab mengenai keperluan diri sendiri dan tanggungjawab di dalam rumah.
Sekarang kami telah menjadi perempuan dengan tanggungjawab yang semakin kompleks. Setelah sah dinikahi oleh masing-masing pasangan, kami memiliki tanggungjawab lebih besar, tidak lagi hanya kepada diri sendiri dan orangtua, namun terlebih lagi kepada suami.
Multi tasking? Well, seperti kebanyakan perempuan kami pun mengalaminya.
Membuat sarapan, mengemasi rumah dan mengangkat telefon.
Atau seperti sekarang, memasak, mencari literatur tugas kuliah seraya mengunjungi sosial media dan membuat tulisan di blog.
Mengasuh kemenakan, seraya memasak sambil mengerjakan tugas rumah lain?
Why women can multitasking?

Sabtu, 28 Maret 2015

KOREA SERIAL : IF TOMORROW COMES (1)

Diperankan Oleh :

Seo Woo sebagai Yoon Eun Chae 
Go Doo Sim sebagai Son Jung In
Ha Suk Jin sebagai Lee Young Gyun
Lee Kyu Han sebagai Lee Il Bong
Im Hyun Sik sebagai Lee Kwi Nam
Lee Hye Sook sebagai Kim Bo Bae
Kil Yong Woo sebagai Yoon Won Sub
Kim Hye Sun sebagai Kim Soon Jung

Jumlah Episode : 51 episode
Berikut ini adalah review dari keseluruhan episode yang telah tayang di Indonesia.

http://image.ohozaa.com/i/2d3/PcRos.jpg

Selasa, 24 Maret 2015

HERE WE ARE : LEMUKUTAN ISLAND (3)

Kamis, 19 Februari 2015

Subuh pukul 04.30 Wib, baru 3 jam mata dipejamkan. Badan saya sudah terjaga. Agus dan suami yang pagi itu siap-siap berangkat pulang, sudah terjaga lebih awal. Kabarnya, motor air yang berangkat ke Teluk Suak paling awal pukul 06.00 pagi hari.
Kami berlima yang masih tinggal menginap semalam lagi, ikut mangantarkan pasangan pengantin baru plus Eka dan anaknya ke dermaga Teluk Cina. Sempat sarapan telur rebus ayam kampung. Saya sudah mengenakan baju yang akan saya gunakan berenang nanti. Antisipasi agar menghemat waktu sehingga tidak perlu pulang-balik ke rumah dari dermaga untuk berganti baju.
Dermaga Teluk Cina di Kamis pagi

HERE WE ARE : LEMUKUTAN ISLAND (1)

Perjalanan yang sudah saya nantikan sejak akhir tahun 2014 lalu, akhirnya terlaksana. Girangnya bukan kepalang. Sampai - sampai snack yang saya beli tidak cukup dimuat ke dalam ransel. Ayam yang sudah dibumbui pun sampai dua kali penambahan kuotanya karena dikuatirkan jumlahnya tidak mencukupi, untuk kami yang rencananya ke Pulau Lemukutan, terbilang 4 orang.
Rasanya malam itu, saya sulit tidur. Seperti anak kecil yang kadung merasa sangat senang. Tak sabar menunggu matahari esok pagi. Tas yang bolak balik saya cek, tampak semakin sarat saja. Kamera mana kamera, bukankah itu yang terpenting ?

Rabu, 18 Februari 2015.
Pukul 4 subuh. Berlomba bangun pagi mendahului ayam jago. Saya melompat dari tempat tidur, mandi dan wudhu. Setelahnya saya kembali memeriksa ransel kecil saya, memastikan sikat gigi, pembersih wajah dan sunblock sudah menjadi bagian isi tas. Ada juga tissue basah antiseptic, gel pembersih tangan, handwash, slayer, sarung tangan, kaus kaki, lipconditioner, dompet dan kamera.

Selasa, 30 Desember 2014

RUROUNI KENSHIN : THE GREAT KYOTO FIRE ARC (A Film Adopted From Manga)

Director: Keishi Ohtomo
Writer: Nobuhiro Watsuki
Stars: Tatsuya Fujiwara, Min Tanaka, Takeru Satô Emi Takei, Min Tanaka, Kazufumi Miyazawa, Yukiyoshi Ozawa, Kaito Oyagi, Maryjun Takahashi, Ryousuke Miura, Tao Tsuchiya.


- Rilis Indonesia: Agustus-September 2014
- Rilis Movie: 1 Agustus 2014
- Genre: Action Fantasy Based Comic
- Judul Lain: Rurouni Kenshin Densetsu no Saigo Hen
- Judul Jepang: Rurouni Kenshin Kyoto Taika Hen

Senin, 29 Desember 2014

MY TEARS FOR BAABUL (BOLLYWOOD FILM)

Sebuah film arahan sutradara Ravi Chopra, BAABUL, Rani Mukherjee berperan sebagai Milli, istri dari Salman (Avinash Kapoor), anak laki-laki Amitabh Bachchan (Balraj Kapoor). 
Film ini adalah persembahan ke 50th BR Chopra berada di industri bollywood. Baabul sendiri merupakan film yang lagi-lagi kontroversi. Bagaimana tidak, dalam film ini Rani Mukherjee (Milli) adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya dan kemudian akan menikah lagi. Dalam tradisi India, itu adalah tabu alias tidak biasa dan dianggap tidak benar. Ada beberapa golongan masyarakat India yang mempercayai ketika seorang suami meninggal, maka sang istri pun dianggap dalam berkabung selamanya atau diibaratkan ikut mati bersama suaminya, hingga tidak berhak menikah lagi. Meskipun dalam masyarakat hal ini masih kuat, dalam kondisi modern banyak juga yang akhirnya menikah lagi. Tetapi tidak ketika dalam sebuah film yang dianggap akan diikuti oleh penontonnya, hingga film ini pun dianggap kontroversi.

Senin, 25 Agustus 2014

WASPADAI PEMUTIH "KATANYA RACIKAN DOKTER"


Sumber. vemale.com

Sebenarnya produk - produk yang katanya kosmetik kecantikan ini sudah ada sejak lama.
Ingat produk dengan merk "Natural 99" ?
Nah, itu salah satu dari sekiaaaaaan banyak produk pemutih yang katanya racikan dokter, menjanjikan hasil yang cepat.
Saya pernah menggunakan produk ini saat saya kulaih dulu. Nyaris setengah kemasan juga saya gunakan.
Beruntungnya saya termasuk yang tidak telaten menggunakan produk - produk perawatan.
Mengapa saya menggunakan produk itu adalah karena saya menjebak diri saya sendiri akibat rasa ingin tahu yang begitu besar.

Senin, 03 Februari 2014

TENTANG PEREMPUAN : MENCABUT ATAU MENCUKUR ALIS ???

Dengan basmalah.
Dalam pernikahan, sepengetahuan saya, mencabut atau mencukur alis mata seolah menjadi keharusan.
Bahkan ada mitos yang beredar bahwa perempuan dengan alis yang belum atau sudah menjadi salah satu patokan apakah perempuan tersebut belum atau sudah menikah.
Ada lagi, di kota besar, sebagian perempuannya bahkan menjadikan kegiatan -mencabut atau mencukur alis mata- sebagai salah satu tahap merias diri.

Saya, tahun 2009, menikah.
Oleh perias pengantin, dalam posisi baring dan perias berada di depan kepala saya, ia mencukur alis mata saya. Sungguh, saya yang bloon pada waktu itu tidak menyangka alis saya dicukur, karena sebelumnya pun saya sudah berpesan untuk tidak mengganggu gugat bentuk alis saya yang saya rasa sudah sangat rapi dan tidak perlu sentuhan lagi.
Sayang disayang, alis saya pada saat itu sudah menjadi "rapi" ala manusia.
Saya merasa bersalah dan kecewa.

Belajar dari itu, saya ingin membagi sedikit yang saya dapat dari sekian banyak pustaka mengenai hukum mencukur atau mencabut alis pada wajah perempuan.
 

Template by BloggerCandy.com