Pages

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2018

NIKMATNYA RAMEN HALAL DI JEPANG

Siapa yang tidak kenal ramen?
Kalau ada yang belum kenal, mariii berkenalan. ^^

Ramen adalah salah satu jenis makanan berupa mie yang disajikan berkuah dengan rasa gurih berkaldu. Biasanya menggunakan kaldu ayam, daging atau seafood. Makanan ini saya kenal saat membaca manga dan menonton anime. Jangan tanya, apa itu manga. Serius ada yang nggak tau. Hihi, dajobu, tidak apa apa.
Manga itu seni komik Jepang, sedangkan manga yang menjadi animasi disebut anime.

Bagi muslim, menyantap makanan memiliki aturan yang wajib diikuti, seperti makanan halal dan baik. Berbicara mengenai halal, beberapa aturan ke-halal-an makanan bagi muslim seperti: dimasak oleh sesama muslim, asal makanan dan proses bukan daging atau apapun dari olahan babi, hewani yang disembelih dengan mengucapkan basmalah (kecuali binatang laut) dan tidak hidup di dua alam.

5 ALASAN MENGAPA MUSIM DINGIN DI JEPANG SANGAT MENARIK

Konnichiwa mina,
Setelah sebelumnya postingan saya yang berisikan persiapan bagi yang berencana melakukan perjalanan musim dingin, "Jepang dan Musim Dingin, Aku Datang" http://lialifeloveadventures.blogspot.com/2018/07/jepang-dan-musim-dingin-aku-datang.html [berdasarkan pengalaman pribadi] akhirnya selesai dan diposting. Setelah bertahun tahun blog ini terbengkalai tidak dibelai (jablay), hahaha. Oke akhirnya, saya akan berbagi sedikit pengalaman yang memang masih sedikit, di Negeri Kamen Rider dibesarkan, di musim dingin.

Sebelum saya mendapatkan kesempatan emas ke sana, yang merupakan salah satu hal terindah menjadi bagian dari keluarga besar Magister Ilmu Lingkungan Universitas Tanjungpura, saya terlebih dahulu mendapatkan tawaran menambah teman baik dari Waseda University sebagai guide lokal penelitian beberapa mahasiswanya di Sukadana, Kalimantan Barat. Semoga saya dijauhkan dari ujub dan riya'. Saya ingin menekankan bahwa keberuntungan tidak pernah datang sendirian. Keberuntungan datang bersama kesediaan yang tulus menikmati apa yang menjadi pilihan kita untuk dikerjakan. 
Sound cliche but literally true, isn't? ^^  
So, Do What You Love and most of all, Love What You Do!

Kembali ke topik.
Setelah saya mengiyakan tawaran ke sana (tentu spontan tanpa berpikir panjang, seperti biasa ^^), saya dengan semangat memilih di musim dingin berkunjung ke sana. Kenapa?

Sabtu, 01 November 2014

PAPER : PERAN ETIKA LINGKUNGAN DALAM PENGUATAN POLITIK PRO LINGKUNGAN DI INDONESIA

Setelah mengendap cukup lama.
Mencari - cari apa yang dicari.
Akhirnya jatuh hati pada kisah etika dan pengaruhnya pada kebijakan politik.
Dimana? Dimana lagi kalau bukan di negeri tercinta, Indonesia.
(^^,)/
A.    PENDAHULUAN
Kondisi permukaan bumi mengalami perubahan drastis, akibat dari pertambahan penduduk yang meningkat tajam. Ledakan jumlah penduduk di bumi mendesak pemenuhan pangan, sandang dan papan. Lahan yang awalnya hijau dan bervegetasi rapat kemudian dibuka untuk keperluan pemukiman, pertanian, perkebunan, pertambangan, pembangunan jalan raya, gedung dan sebagainya demi memenuhi kebutuhan manusia. Perusakan dan penggundulan hutan serta tekanan terhadap lingkungan telah menyebabkan terjadinya bencana lingkungan yang luar biasa. Banjir, atau kekeringan, tanah longsor, krisis pangan dan lainnya.

Minggu, 19 Oktober 2014

RESUME : KELANGKAAN DAN PERBANDINGAN POLITIK LINGKUNGAN TERHADAP KONFLIK

Tugas meringkas mengenai Politik Lingkungan.
Sungguh, Politik itu sesuatu yang complicated.
Akhirnya tertarik dan makin semangat belajar.
Meski awalnya, penuh konflik batin.
Hehehe...


KELANGKAAN SUMBER DAYA DAN KONFLIK POLITIK

Malthus dalam Essay On The Principle Of Population pada tahun 1798 bahwa sumberdaya yang terbatas dan penduduk yang bertambah nyaris tak terbatas, maka kekisruhan politik, social dan spiritual adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Menjelang 1920 an dilakukan analisis lebih mendalam dan rumusan – rumusan solusi yang ditawarkan kepada pembuat kebijakan. Powers dalam tulisannya Formal Mecanism For Dealing With Resource Conflict adalah salah satu diantaranya menyatakan perlunya agen supranasional sebagai penengah perselisihan.
Krisis ekonomi pada 1930-an menimbulkan lebih banyak upaya untuk menggerakkan aktor – aktor kebijakan menjalankan langkah – langkah penyelesaian masalah – masalah sumber daya tanpa konflik (Barnes and Field, 1933 ; Burns, 1934). Lebensraum oleh Hitler dianggap merupakan upaya pragmatis untuk mencari jalan keluar yang bersifat chauvinistik atas konflik akibat kelangkaan sumber daya alam. Perang dunia kedua membuat kecemasan tersebut terwujud.
 

Template by BloggerCandy.com