Pages

Jumat, 12 Juni 2015

CHILDLY, CHILDISH, NOTHING TO WORRY ABOUT

Ukuran badan yang mungil...hmm, bukan itu sebabnya saya menyadari saya kekanak-kanakan. Lebih kepada polah laku dan pemikiran yang simple namun absurd.
Alasan saya marah, simpel saja, karena saya merasa itu menyebalkan, namun alasan saya menjadi tidak marah pun simpel pula, karena hal tersebut sudah saya maafkan dan lupakan.
Alasan saya menyukai sesuatu pun mudah saja, sering tanpa alasan yang kuat hanya berdasarkan perasaan. Untuk membenci sesuatu dan seseorang menjadi agak sulit bagi saya, karena saya pikir semua selalu ada alasannya, seperti saya juga ingin dipahami saat terpuruk dalam hal buruk. Jika seseorang sudah kembali berperilaku baik, maka dengan mudah pula saya melupakan. Hanya saja dalam pengalaman hidup bersosial, kenaifan semacam ini seperti menjadi jebakan tersendiri, yang sering menyulitkan karena mudah dilukai oleh kesalahan yang sama dan orang yang sama.
Childly. Seperti anak-anak.

Senin, 01 Juni 2015

FRIENDS : KESEBELASAN MIL

Kesebelasan MIL.
Terdengar keren. Hahaha. Penamaan yang saya comot asal - asalan dari otak kanan.

Ini karena kami tepat sebelas orang yang rutin mengisi absen perkuliahan di Magister Ilmu Lingkungan Universitas Tanjungpura. Sebenarnya masih ada seorang lagi, namun karena alasan pribadi, teman kami tersebut tidak melanjutkan study sedjak awal semester satu (hehehe, seperti iklan kecap, pake "sedjak", sedaap).

Setelah Ujian Akhir Paling Akhir : BML

I DEAL WITH STRESS

Banyak hal sudah dilewati selama beberapa bulan ini. Well, sangat penting mengingatnya dalam catatan kecil. Kejadian buruk dan baik, selalu ada hikmahnya, ujar hati menghibur diri. Talking about mind. Apa yang dipikirkan?

Penting untuk mengingat betapa buruknya stres karena diri merasa di titik paling rendah. Kepercayaan diri yang nyaris remuk redam. Separah itukah? Yup. Menghindarinya dengan menyangkal takkan membantu. Yup, it's really bad.


Catatan ini akan menjadi pengingat yang sangat manjur.
Penting lagi mencari tahu, apa penyebabnya.
Dari sekian banyak penyebab adalah kurangnya rasa syukur akibat lemahnya iman. Astargfirullah.
Speechless..
How it feel, how i deal with...

Rabu, 22 April 2015

MENGAPA KEBANYAKAN PEREMPUAN MAMPU "MULTI TASKING"?

Para perempuan tentunya, tanpa disadari, terpaksa atau dengan sukarela, dapat melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu. Seorang ibu tentunya, seperti ibunda saya yang luar biasa. Dalam ingatan saya yang masih begitu segar, beliau dapat mengerjakan pekerjaan rumah sembari menyiapkan kami sarapan pagi. Mencuci baju sembari memasak menu makan malam.
Tepat pula itu menjadi tauladan bagi kami. Dua beradik yang sama-sama perempuan cantik. Hehehe.
Keterampilan ibunda membagi waktunya sebagai seorang wanita karir dan seorang istri serta seorang ibu, menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami. Meskipun kami sempat mengalami masa-masa remaja yang cukup pembangkang, kami seperti kebanyakan gadis remaja lain sepertinya, sudah memiliki tanggungjawab mengenai keperluan diri sendiri dan tanggungjawab di dalam rumah.
Sekarang kami telah menjadi perempuan dengan tanggungjawab yang semakin kompleks. Setelah sah dinikahi oleh masing-masing pasangan, kami memiliki tanggungjawab lebih besar, tidak lagi hanya kepada diri sendiri dan orangtua, namun terlebih lagi kepada suami.
Multi tasking? Well, seperti kebanyakan perempuan kami pun mengalaminya.
Membuat sarapan, mengemasi rumah dan mengangkat telefon.
Atau seperti sekarang, memasak, mencari literatur tugas kuliah seraya mengunjungi sosial media dan membuat tulisan di blog.
Mengasuh kemenakan, seraya memasak sambil mengerjakan tugas rumah lain?
Why women can multitasking?

Sabtu, 11 April 2015

STMJ dan DUNIA YANG KERAS

Ini malam minggu. Malam yang panjang bagi pasangan. Kami pasangan menikah yang setelah sah menikah barulah merasakan panjangnya malam minggu, kali ini sepakat menikmati beberapa jam di sudut kota kelahiran saya, Pontianak, sambil menikmati segelas STMJ.
Malam minggu tentu dapat terbayangkan sebagai malam yang semakin pekat malam, maka semakin hiruk pikuk. Malam yang kabarnya terasa panjang.
Kami duduk di sudut, dengan bangku plastik yang tidak kokoh. Bangku biru dongker. Saya dengan stelan baju yang sudah dikenakan seharian, masih merasa percaya diri saja, setelah yakin mandi wangi dan bersih, mengenakan jilbab ungu sedikit aksesoris merah muda.
Duduk di sudut menghadap perempatan Gajahmada-Flamboyan-Veteran-Pahlawan, Kota Pontianak.

Kamis, 09 April 2015

FILOSOFI WARUNG KOPI

Bisa jadi ini sedikit terinspirasi dari judul film dalam negeri yang lagi kondang dipromosikan.
Oke, malam jumat ini, setelah suami menikmati awal malamnya di surau terdekat. Saya dibawa menikmati suasana hiruk pikuk di tengah kota, daerah pecinan yang terkenal di Kota Pontianak. Jalan Gajahmada, yang entah bagaimana memang menarik karena selalu ramai di tiap malamnya. Jejeran cafe dan warung kopi menjamur di sini.
Jalan yang dibuat satu arah dengan lebar yang tidak terlalu luas, bahkan minim areal parkir ini begitu diminati baik yang muda-mudi bahkan generasi lebih dari separuh abad. Hehehe. Saya dan suami??? Kami golongan pertengahan. Belum tua, remaja udah lewat bingits.
Bersyukur, saya masih belum memiliki gadget canggih yang dapat membuat saya asyik sendiri. Belum memiliki smartphone yang dapat membuat saya sibuk sendiri. Belum. Mungkin suatu saat nanti, saat celengan ayam jago saya sudah penuh dan siap untuk dibelanjakan. Sementara ini masih setia dengan handphone lipat kecil dengan ringtone sejuta umat yang standar tapi sangat dinanti deringnya. Hahaha. Berhubung saya dan suami sekarang seperti pasangan muda pacaran yang sering kirim pesan pendek. Belum terbiasa dengan rutinitas terpisah nyaris seharian. Parah.

Oke, kembali fokus. Ini mengenai warung kopi kan?

Sabtu, 28 Maret 2015

KOREA SERIAL : IF TOMORROW COMES (1)

Diperankan Oleh :

Seo Woo sebagai Yoon Eun Chae 
Go Doo Sim sebagai Son Jung In
Ha Suk Jin sebagai Lee Young Gyun
Lee Kyu Han sebagai Lee Il Bong
Im Hyun Sik sebagai Lee Kwi Nam
Lee Hye Sook sebagai Kim Bo Bae
Kil Yong Woo sebagai Yoon Won Sub
Kim Hye Sun sebagai Kim Soon Jung

Jumlah Episode : 51 episode
Berikut ini adalah review dari keseluruhan episode yang telah tayang di Indonesia.

http://image.ohozaa.com/i/2d3/PcRos.jpg

Jumat, 27 Maret 2015

DIETNYA SUKSES

Badan saya yang semakin makmur, sebenarnya cukup mengganggu. Selalu ada akibat dari sebuah atau lebih sebab, bukan ?? Sebabnya pola makan saya yang memang cukup tanpa batas jam sedari  remaja. Remaja sampai 2009, sebelum menikah, saya adalah gadis dengan selera makan yang cukup "wow". Tidak sesuai dengan ukuran badan yang mungil, ukuran tembolok saya cukup mencengangkan.
Pernah suami, yang dulu semasa pacaran, sempat merasa tertipu oleh ukuran badan saya yang ramping dan kecil, seperti anak SMP. Saat makan siang, beberapa kali kami makan di luar. Pertama kalinya pacar (yang sekarang adalah suami) mengajak makan pecel lele, yang tentu ukuran nasinya sudah lebih dari cukup. Sedikit bercanda, ia menawarkan makan sate setelah menyantap pecel lele. Alhamdulillah saya menerimanya tanpa sungkan dan jaga image...Hahaha...tokh memang gaya saya demikian.

JIKA HIDUP PASTI MATI

Dalam sepekan ini, dua berita duka dari dunia entertainment Indonesia. Kematian yang sebenarnya pasti akan dialami setiap mekhluk yang hidup.
Jika kematian begitu pasti, lalu mengapa kita meratap?
Tidak, ini bukan meratap.
Kematian itu sebenarnya meninggalkan rasa duka bagi yang masih hidup. Ya, sebenarnya yang masih hiduplah yang mempermasalahkan "kematian" ini.

SUAMI DARI SEORANG ISTRI RUMAHTANGGA

Jumat, 27 Maret 2015

Dari judulnya udah ketahuan deh. Ini kisah seorang pria dari seorang perempuan yang yang berprofesi ibu rumahtangga. Terbayang kegiatan seorang perempuan di rumah, di dapur bersama bumbu, dengan kain pel, sapu, bersama anak, orang tua, atau mungkin bahkan di kebun kecil yang merupakan halaman belakang?
Hampir mirip. Saya seorang perempuan, status menikah, hampir 6 tahun atau tepatnya 5 tahun 8 bulan 22 hari. Alhamdulillah menikmati profesi sebagai ibu rumah tangga alias IRT.
Hihihi...lho kok tentang saya. Bukan. Bukan. Ini sedikit cerita mengenai seorang pria. Suami  dari seorang istri rumah tangga (karena masih bulan madu selama 5 tahun ini).
Seorang pria yang sederhana. Penampilannya tidak mengenai barang bermerk. Memang sudah begitu style nya. Baginya penampilan itu mengenai bersih dan nyaman saja.Terpenting aurat tidak diumbar. Bahkan ia perlahan memperkenalkan hijab lebar yang menutup dada kepada sang istri, dengan harapan akan mengantarkan keluarganya ke syurga.
 

Template by BloggerCandy.com