Pages

Senin, 01 Juni 2015

I DEAL WITH STRESS

Banyak hal sudah dilewati selama beberapa bulan ini. Well, sangat penting mengingatnya dalam catatan kecil. Kejadian buruk dan baik, selalu ada hikmahnya, ujar hati menghibur diri. Talking about mind. Apa yang dipikirkan?

Penting untuk mengingat betapa buruknya stres karena diri merasa di titik paling rendah. Kepercayaan diri yang nyaris remuk redam. Separah itukah? Yup. Menghindarinya dengan menyangkal takkan membantu. Yup, it's really bad.


Catatan ini akan menjadi pengingat yang sangat manjur.
Penting lagi mencari tahu, apa penyebabnya.
Dari sekian banyak penyebab adalah kurangnya rasa syukur akibat lemahnya iman. Astargfirullah.
Speechless..
How it feel, how i deal with...
Bagaimana rasanya?
Ini poin yang terpenting, agar benar - benar ingat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Rasanya sulit diungkapkan dengan kata - kata. Pilihan kata - kata ini belum dapat menggambarkan keseluruhan, tapi setidaknya, yup rasanya mual, sedih, muak, sesal, marah, malu bahkan merasa tanpa daya.

How i deal with this feeling?
Bagaimana menghadapinya?
  • Sampai detik ini ditulis, berulang kali, dalam setiap malam, kata - kata yang menyudutkan diri berupaya diganti dengan ucapan menguatkan namun tidak memaklumi diri.
Tidak ada yang dapat membuat diri ini bersedih, kecuali karena diri sendiri yang mempersilakan.
Tidak ada satu pun orang dapat membuat diri merasa rendah dan hilang rasa percaya diri, kecuali diri sendiri yang mempersilakan.
No one, except my self let it happened.
  • Kesalahan bermuara, bermuasal dari diri sendiri yang lemah.
Bercermin menunjuk diri sendiri, bukan orang lain, meski itu tidak mudah, tapi Alhamdulillah menentramkan.
  • Merapatkan barisan bersama insan - insan terkasih penuh cinta nyaris tanpa syarat, insan - insan taat dan Masya Allah, betapa bersyukur memiliki mereka: suami tercinta, ibunda tersayang, adinda yang dirindukan.
  • Berprasangka baik. Tidak mudah memang, tapi ini cukup manjur. Yup, i feel better.
Memahami bahwa tidak ada satu pun manusia yang diciptakan tidak baik, karena semua dilahirkan dalam keadaan suci, di dunia yang begitu luas, fana namun keras. Terkadang pilihan yang dibuat berujung pada kesalahan fatal, yang sungguh, tidak ada satu pun yang ingin di situasi demikian. No one want worst situation. Mungkin terdengar naive dan bodoh, tapi semakin hari ini semakin mengobati dan melegakan hati.
  • Semakin giat olahraga, olah tubuh. Tetap setia dengan holahop dan yoga. 
  • Pada akhirnya belajar memaafkan diri sendiri dan orang lain. Let it go, and be free.
Ini bukan drama, meski rasanya so melodrama. Hah...seperti bukan lia yang biasanya. It's oke.
Ini catatan kecil. Catatan yang menjadi pengingat, mengenai rasa complicated yang harus diambil hikmahnya, ujar hati menghibur diri.

Insya Allah, sama halnya dengan tulisan kecil sebelumnya, ini cuplikan dengan sejujur mungkin, meski tidak semua dapat ditulis dan dijelaskan dengan kata - kata.
Catatan kecil sebagai pengingat diri.
Catatan kecil sebagai cambuk diri.
Catatan kecil yang semoga menjadikan diri lebih mudah berempati, dilembutkan hati dan dijauhkan dari rasa ujub dan takabbur. Naudzubillah.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Tiada daya dan upaya hanya dari Allah ta'ala.

Menikmati potongan pahit dari dark chocolate.
Menikmati seruputan jamu pahit.
Semoga menjadi obat hati.
Be Better Lia.
Barakallah.

Ujar hati menghibur diri, penuh harap kepada satu - satunya penolong, Dzat Maha Kuasa dan Pembolak Balik Hati, semoga Allah menguatkan hati, langkah dimantapkan, aib ditutupi.
Catatan kecil untuk langkah - langkah kecil yang mantap memperbaiki diri, berpijak pada keyakinan yang benar.
Semoga yang sedang stres dapat lebih cepat pulih. Yuk, huuupp baah.  :D
Dengan Basmalah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com